Free cookie consent management tool by TermsFeed Update cookies preferences Bertahun-tahun Memendam Rasa, Kini Ku Bersamanya - Difi Satir
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bertahun-tahun Memendam Rasa, Kini Ku Bersamanya


Mencintai itu mudah dari pada menjaga keharmonisan sebuah hubungan. Hal ini benar adanya dan sering kali dirasakan oleh semua orang. Namun bukan masalah menjaga keharmonisan hubungan yang akan saya share dalam tulisan pertama di blog ini, melainkan sebuah perasaan yang bertahun-tahun terpendam hingga akhirnya perasaan tersebut terbalaskan olehnya.

Tahun 2012 menjadi awal dari semuanya, mulai dari pertemuan dengannya padahal rumah kita sangat berdekatan namun rasanya kita jarang bertemu atau bahkan memang tidak pernah bertemu.

Oyaa perkenalkan sebelumnya namaku Dicky dan usiaku saat ini 27 tahun, masih belum menikah dan semoga saja di tahun 2023 ini bisa resmi menikahi perempuan yang selama ini membuatku jatuh cinta meski bertahun-tahun lamanya perasaan itu tersimpan, namun rasa itu tetap ada.

Tahun 2012 menjadi awal pertemuanku bersamanya, pertemuan yang lebih tepatnya bisa ngobrol banyak hal walaupun saat itu statusnya bukan single atau sudah memiliki pasangan yang merupakan temanku sendiri.

Merasa bersalah memang untuk memiliki rasa pada pasangan teman sendiri, tapi pada saat itu aku masih diam tak bersuara tentang perasaanku, karena meskipun memiliki perasaan suka, aku masih bisa menahannya sebagai tanda aku menghargai temanku sendiri.

Setelah pertemuan itu aku berusaha mencari tahu tentang pin BBM-nya karena pada tahun itu BBM menjadi primadona untuk berkomunikasi dan tahun itu juga tahun HP Blackberry sedang naik daun.

Singkat cerita aku berhasil mendapatkan pin BBM-nya dan langsung saja aku mulai mengirimi dia pesan, saat itu responnya sangat baik hingga aku benar-benar merasa bahagia tapi salahnya saat itu aku hanya menjadikan dia tempat curhat, bukan tanpa alasan aku melakukannya, karena dengan curhat semuanya aku berharap bisa tetap chatan atau berkomunikasi dengannya.

Sudah hanya sebatas itu saja, sebatas dimana aku merasa bahagia saat membaca balasan chatnya dari dirinya itu, tapi sayang entah apa yang terjadi saat itu komunikasi ku dengannya putus begitu saja, namun yang aku tahu saat ini dia berkata kalau saat itu dia bosan dengan semua curhatanku hingga BBM ku di blokir olehnya.

Memang singkat dan tak lama aku berkomunikasi dengannya, dan bahkan aku berpikir mungkin lebih baik untuk mengubur semua perasaanku kepadanya, ditambah aku yang sadar akan diri sendiri yang mana mungkin dengan perawakanku seperti ini dia mau membalas perasaanku kepadanya, bukan hanya itu saja, aku juga berpikir mungkin dia memang bukan untukku melainkan untuk temanku yang memang sudah menjalin hubungan dengannya.

Semua itu berlalu begitu saja, tahun demi tahun aku lalui dan selama itu aku tidak pernah lagi mencarinya, meskipun rumahnya dekat dari rumahku, tapi yang aku tahu kalau dia merantau ke Bali dan sebatas itu saja yang aku tahu. Tidak pernah coba untuk mencari sosmednya entah Instagram atau Facebooknya.

Aku menjalani hidupku dengan berbagai macam masalah dalam hidup dan begitupun sebaliknya, dia menjalani kehidupannya dengan masalahnya sendiri. Tak pernah ada komunikasi sedikitpun.

Singkat cerita tahun 2022 tepatnya bulan Mei, kebetulan saat itu aku tengah pulang kampung karena saat itu libur lebaran. Liburanku dikampung inilah yang menjadi pertemuan kembali bersamanya, awalnya aku beritahu oleh seseorang yang sudah aku anggap sebagai bibi sendiri dan dia adalah teman dari perempuan yang aku suka selama ini.

Orang yang aku anggap bibi ini memberikan nomor Whatsapp perempuan yang aku suka, tapi saat itu tidak aku hubungi karena merasa minder dan malu, tapi siapa sangka tanggal 4 Mei 2022 ada Whatsapp masuk di Hp ku dan dialah perempuan yang selama ini aku suka tapi tak pernah aku katakan dan dialah orang yang pertama menghubungiku.

Saat itu walaupun hanya dalam hp, aku merasa sangat malu dan minder, aku mau balaspun berasa sangat minder, jantung berdetak lebih kencang dan aku balas dengan sesimple mungkin sambil ku pandangi foto profilnya dan dalam hati berkata "Ya Tuhan apakah ini jawaban dari semua doaku untuk pasangan hidupku, perasaan yang selama ini terkubur bertahun-tahun lamanya terasa bangkit kembali".

10 tahun lamanya tak pernah tahu tentang kabar darinya, tiba-tiba dia datang dalam sebuah pesan whatsapp yang membuatku tak pernah bisa lupa semuanya. Komunikasi mulai kembali dengan perempuan yang aku suka selama ini, bahkan lebih mendalam dari 10 tahun lalu.

Banyak hal yang tak bisa aku tulis disini, namun yang jelas perempuan yang selama ini aku suka telah bersamaku, menjadi pasanganku, menjalani hidup denganku, perasaan yang selama bertahun-tahun lamanya terpendam kini telah terbalas olehnya. 

Dia memang bukan cinta pertamaku, tapi aku berharap dia adalah cinta terakhirku yang akan menemani semasa hidupku, dalam susah, senang, sedih, semua bersamanya. Amin.

Banyak perempuan yang lebih menarik, lebih cantik diluar sana, tapi tak pernah sedikitpun aku merasa penasaran dengan perempuan diluar sana, yang terpenting bagiku sekarang adalah bisa menikahinya, membangun rumah tangga bersamanya, menjalani semua bersamanya dan menjaga perasaan ini tetap untuk dirinya seorang.

I Love You Fitria 🥰

Posting Komentar untuk "Bertahun-tahun Memendam Rasa, Kini Ku Bersamanya"